Senin, 01 Agustus 2011

kultur jaringan IV

AKLIMATISASI TANAMAN ANGGREK ANGGUR MERAH

DASAR TEORI
Aklimatisasi adalah kegiatan mengadaptasikan tanaman atau mengkondisikan tanaman dari yang semula kondisinya terkendali ke kondisi yag tak terkendali, untuk menjadi tanaman yang autotrof. Aklimatiasi dilakukan dengan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng. Pemindahan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, yaitu dengan memberikan sungkup. Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar. Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif. Aklimatisasi. Dapat dilakukan di rumah kaca, rumah kasa atau pesemaian, yang kondisinya (terutama kelembaban) dapat dikendalikan.
Teknik kultur jaringan menuntut syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi dalam pelaksanaannya. Syarat pokok pelaksanaan kultur jaringan adalah laboratorium dengan segala fasilitasnya. Laboratorium harus menyediakan alat-alat kerja, sarana pendukung terciptanya kondisi yang aseptik terkendali, dan fasilitas fasilitas dasar seperti air, listrik, dan bahan bakar. Laboratorium ini berfungsi untuk mengkondisikan kultur dalam suhu dan pencahayaan terkontrol. Disamping sebuah laboratorium, kultur jaringan tanama untuk memperbanyak tanaman juga memerlukan green house untuk akimatisasi planlet dari botol-botol ke lingkungan eksternal. Selain fasilitas fisik, pelaksanaan kultur jaringan juga memerlukan perangkat lunak yang memenuhi syarat. Dalam melaksanaan kultur jaringan,pelaksanaan harus memnpunyai latar belakang ilmu-ilmu dasar tertentu seperti botani, fisiologi tumbuhan, kimia, fisika, dan dalam pelaksanaannya memerlukan keuletan yang besar. (sepdianluri@yahoo.com)
Dalam proses perbanyakan tanaman secara kultur jaringan, tahap aklimatisasi planlet merupakan salah satu tahap kritis yang sering menjadi kendala dalam produksi bibit secara masal. Pada tahap ini, planlet atau tunas mikro dipindahkan ke lingkungan di luar botol seperti rumah kaca , rumah plastik, atau screen house (rumah kaca kedap serangga). Proses ini disebut aklimatisasi. Aklimatisasi adalah proses pengkondisian planlet atau tunas mikro (jika pengakaran dilakukan secara ex-vitro) di lingkungan baru yang aseptik di luar botol, dengan media tanah, atau pakis sehingga planlet dapat bertahan dan terus menjadi bibit yang siap ditanam di lapangan. Prosedur pembiakan dengan kultur jaringan baru bisa dikatakan berhasil jika planlet dapat diaklimatisasi ke kondisi eksternal dengan keberhasilan yang tinggi.
Tahap ini merupakan tahap kritis karena kondisi iklim mikro di rumah kaca, rumah plastik, rumah bibit, dan lapangan sangatlah jauh berbeda dengan kondisi iklim mikro di dalam botol. Kondisi di luar botol bekelembaban nisbi jauh lebih rendah, tidak aseptik, dan tingkat intensitas cahayanya jauh lebih tinggi daripada kondisi dalam botol. Planlet atau tunas mikro lebih bersifat heterotrofik karena sudah terbiasa tumbuh dalam kondisi berkelembaban sangat tinggi, aseptik, serta suplai hara mineral dan sumber energi berkecukupan.
Disamping itu tanaman tersebut memperlihatkan beberapa gejala ketidak normalan, seperti bersifat sukulen, lapisan kutikula tipis, dan jaringan vaskulernya tidak berkembang sempurna, morfologi daun abnormal dengan tidak berfungsinya stomata sebagai mana mestinya. Strutur mesofil berubah, dan aktifitas fotosintesis sangat rendah. Dengan karakteristik seperti itu, palanlet atau tunas mikro mudah menjadi layu atau kering jika dipindahkan ke kondisi eksternl secara tiba-tiba. Karena itu, planlet atau tunas mikro tersebut diadaptasikan ke kondisi lngkungan yang baru yang lebih keras. Dengan kata lain planlet atau tunas mikro perlu diaklimatisasikan ( Yusnita, 2004). (Sepdianluri@yahoo.com)
ALAT DAN BAHAN
Alat
Bahan
Pot bunga sedang  2 buah                  
Bakterisida dan fungisida
  Nampan kecil 1 buah
Air
Wajan besar 1 buah
Pakis kering
Baskom/ mangkok besar
Arang kayu
Gunting
Tanaman anggrek jenis anggur merah
Sendok plastik

Kertas HVS



PEMBAHASAN DAN CARA KERJA
Tahap aklimatisasi adalah sebagai berikut:
Persiapan bahan dan pemindahan anggrek anggur merah dari botol
1.      Persiapan bahan
Siapkan pot yang akan digunakan sebagai media anggrek yang akan di aklimatisasi, kemudian masukan arang kayu sepertiga dari besar pt dan di lanjutkan denagn emasukan pakis kering denagn memotongnya kecil-kecil sampai permukaan pot akan tetapi tidak terlalu penuh. Setelah itu media tadi disiram menggunakan air sampai benar-benar basah.  

2.       Pemindahan  anggrek anggur merah dari botol
Buka penutup pada botol anggrek lalu masukan air secukupnya dan kocok-kocok secara perlahan samapai media dan taaman anggreknya melepuh atau terpisah dari medianya. Setelah itu tuangkan kedalam wajan besar/ lebar sambil mengeluarkan anggrek dan di bersihkan dari sisa media yang menempel dan dari akar yang mati atau busuk.
Setelah itu cuci sampai bersih lalu masukan bakterisida dan fungisida secukupnya pada anggrek dengan cara merendamnya selama 15 menit sambil diaguk sekali-kali. Setelah itu anggrek dikeringkan diatas kertas, kemudian masukan satu persatu anggrek kedalam media aklimatisasi yang telah dibuat tadi dengan melubangi dahulu pada permukaan pakis menggunakan kayu, dan setelah itu anggrek dimasukan dan menutupnya seperti menanam biasa akan tetapi tidak jadi masalah bila akarnya tetap kelihatan.
Biarkan 1 minggu dan tidak boleh tersinari matahari secara langsung, setelah 1 minggu makan diberikan pupuk cari yang menggandung nitrogen tinggi untuk merangsang pembentukan daun yang baik.

KESIMPULAN
Proses aklimatisasi ini tidak begitu suli dan sangat mudah untuk dilakukan, juga tidak ada perlakukan secara steril seperti dalam inisiasi dan subkulturnya. Sehingga proses ini tidak memerlukan begitu banyak waktu dan tenaga

DAFTAR PUSTAKA 

  1. Nogroho, H Sugito., Pedoman Pelaksanaan Teknik Kultur Jaringan, 1996
  2. Yusnita,. (Sepdianluri@yahoo.com), 2004
  3. http://elearning.unram.ac.id/KulJar/BAB%20I%20PENDAHULUAN/GAYA%20BELAJAR%20KULTUR%20JARINGA %20MELALUI%20PUBLIKASI%20WWW.h

Tidak ada komentar:

Posting Komentar