Minggu, 20 November 2011

PERTANIAN ORGANIK, CARA BIJAK UNTUK PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA YANG RAMAH LINGKUNGAN

Cerpen by : nce


Di zaman sekarang penggunaan bahan-bahan kimia dalam pertanian secara terus menerus dapat menimbulkan dampak kerusakan pada media tanam (tanah), bahkan lingkungan sekitar kita. perlu adanya cara-cara untuk meminimalkan penggunbaan bahan berbahaya itu. Dengan konsep yang sederhana yaitu penggunaan bahan-bahan yang alami atau menggunakan bahan-bahan yang telah disediakan alam.
Lebih dari 60 % lahan pertanian di pulau jawa mengalalami degradasi kesuburan tanah, yang dindikasikan oleh rendahnya kandungan bahan organik(di bawah 1 %). Dampak dari rendahnya bahan organik ini menyebabkan tanah menjadi keras dan liat sehingga sulit untuk diolah, penggunaan air irigasi menjadi tidak efesien. Sehingga mempengaruhi pada produktifitas tanaman yang cenderung rendah dan semakin sulit di tingkatkan. Ini salah satu yang di alami pak Ono petani sayuran di bandung, kejadian tersebut memberikan dampak buruk bagi jaringan perekonomian di rumah tangganya, karena selain sektor pertanian adalah salah satu tiang terbesar sebagai  penyanggah, dari sekian banyak penghasil devisa bagi Negara, akan tetapi juga sebagai mata pencaharian tetap pak Ono di desa.
Suatu ketika, pak Ono sedang merenung memikirkan untuk menjual sebagian lahan pertaniannya pada orang lain yang luasnya mencapai kurang lebih 1 Hektar. Selain kondisi keuangan keluarganya menurun drastis.  Disebabkan juga karena biaya bahan baku untuk membeli kebutuhan tanipun melonjak naik seperti : pestisida dan pupuk. Sehingga sangat membebani pak Ono waktu itu. Selang beberapa hari menjelang penjualan tanah itu pak Ono sempat mengunjungi ketua RW setempat Pak Ece, dengan maksud jikalau ada orang yang membutuhkan  sebidang tanah. Akan tetapi dengan hati kecewa pak Ece tidak setuju.
Kenapa dijual pak ? pak Ece bilang sembari kaget
Habis mau bagaimana lagi pak, semua kebutuhan keluargasaya ada di lahan ini!sahut pak Ono.
Memangnya tanahnya sudah tidak layak berproduksi lagi ya pak ? Tanya pak Ece keheranan.
Tidak juga, sebenarnya saya juga menyayangkan untuk menjual sebagian tanah ini. Tapi karena kebutuhan tani yang sekarang seperti Pestisida dan pupuk selalu naik, dan Pak Ece tau sendirikan! Tanaman sayur itu rawan di serang hama penyakit.?! Keluahan pak Ono.
Oh…kenapa bapak tidak coba pakai cara bertani Organik ?!bapak bisa pakai pupuk kandang atau pestisida buatan, yah..pokoknya yang alami-alami saja!! saran pak Ece selaku RW
Kalau pak Ono kurang paham kebetulan Minggu besok saya ada rapat di kecamatan yang membahas tentang akan adanya penyuluhan petani Organik di desa. Nah...pak Ono bisa datang di penyuluhannya nanti!! Saya yakin bapak tidak akan menyesal, karna sayang sekali bila lahan pertaniannya dijualkan saya tidak bisa minta beli sayuran segar lagi dari pak Ono...hahahaha?! sanjungan pak Ece sembari mereka berdua tertawa.
Tak lama hari yang ditunggu-tunggu pak Ono datang juga, dengan semangat keingin tahuan dia bergegas sampai pertama kali dari petani-petani lain agar tidak ketinggalan informasi yang akan disampaikan. Sementara yang memberikan penyuluhan itu adalah Bapak Ir. Risa Winaya  selaku pembicara, yang didampingi pak Ece selaku ketua RW di desa itu. Pak Risa Winzya membicarakan mengenai sektor pertanian harus kembali pada konsep yang alami, penggunaan system ini bertujuan agar menghasilkan bahan pangan dengan kualitas nutrisi tinggi serta dalam jumlah yang cukup, terjadi interaksi efektif dengan sistem dan daur alamiah yang mendukung semua bentuk kehidupan, mendorong dan meningkatkan daur ulang dalam system usaha tani dengan mengaktifkan ekosistem di bumi. Dengan demikian sektor pertanian alami ini lebih dari sekedar system produksi yang memasukan atau mengeluarkan input tertentu. Namun juga merupakan satu filosofi dengan tujuan mengoptimalkan kesehatan dan produktifitas dari komunitas yang saling berketergantungan pada tanah, tanaman, hewan dan manusia.
Contohnya penggunaan pestisida yang sekarang sedang di kembangkan adalah pestisida Organik/ alami yang di sebut laseki. Terdiri dari campuran bahan-bahan alami yaitu : laja, sereh wangi, bunga tapak dara, kipait (laseki), bayam berduri dan lain sebagainya. Atau daun mimba, daun dan biji sirsak, kunyit, lengkuas, daun jeruk, serai dan tanaman obatinnya sebagai dasar pengusir hama penggangu. Selain bahan yang mudah ditemukan dimana saja juga bahan-bahan ini tidak menimbulkan efek bahaya bagi manusia dan lingkungan, di bandingkan bahan kimia yang cukup mahal dan berbahaya bagi kehidupan manusia. Sedangkan pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari bahan organik yang dihancurkan melalui proses fermentasi. Dapat diperoleh dari sampah rumah tangga nonsintetis, daun-daunan bekas panen, kotoran ternak dsb. Dikenal juga sebagai pupuk kompos yang befungsi sebagai penggumbur dan menyuburkan tanah.
Ini terlihat dari keuntungan dan perkembangan yang diperoleh dari sektor pertanian. Penurunan biaya produksi dan peningkatan kualitas produk, tingkat kerusakan pada tanaman 4,8% - 4,9% (sedang bahan kimia sebesar 10%), hemat penggunaan bahan organika satu minggu sekali (sedang kimia 2-4 hr s’kali), pengurangan serangan  OPT 21%-48%/ha, meningkatkan keuntungan dari sektor pertanian sampai 36% dengan menggunakan persitida organik sebesar  8,5%-13%./ pemakaian.
Sehingga pemberdayaan kelestarian lingkungan bisa tetap terjaga dan memberikan suatu keuntungan yang besar dengan penghematan dari setiap produktifitasnya tanpa biaya yang mahal dan berbahaya.
Setelah penyuluhan itu berakhir dengan pertanyaan-pertanyaan dari para petani, dengan optimis Pak Ono tidak akan menjual lahannya itu dan akan melanjutkan menanam sayurnya itu, karena dia sadar bahwa keberadaan Pak ono dan petani-petani lain sangat berpengaruh terhadap orang lain. Selain orang membutuhkan sumber makanan dari sayuran, akan tetapi ini nilai jual tinggi untuk kemajuan ekonomi masyarakat. Kebanyakan istri-istri para petani menjual hasil dari pertaniannya.
Sesaat pak Ece RW setempat datang menghampiri dan menyapa pak ono yang tengah duduk sendiri. Bagaimana pak sudah bisa bapak pahami? Apa masih mua menjual lahan garapan bapak itu?! Tanya pak Ece sedikit menyindir.
Wah..justru saya berterima kasih sama pak Rw yang sudah membantu saya sehingga saya tahu sekarang harus apa !? saya akan mencoba bertani organik!! sahut pak Ono dengan rasa gembira
Ah..itu sudah jadi tugas saya selaku ketua RW didesa ini pak…?! Yah… kalau pak Ono masih mau jual lahan pertanian itu saya mau membelinya, tapi ngutang dulu.. hahahah…?! Candaan pak Ece sambil mereka tertawa terbahak-bahak.
Pada akhirnya pak Ono mencoba kembali menanam sayuran organik untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dan orang lain, pekerjaannya cukup terbantu oleh pak Inan, karena dia peternak bebek dan ayam yang selalu memberikanya pupuk kandang dari sisa kotoran ternak dan jerami padi kepada pak Ono. Sehingga pak Ono tidak perlu mengeluarkan biaya banyak dan pak Inan akan selalu melihat kandang bebek dan ayamnya selalu bersih.


Senin, 01 Agustus 2011

METAMORFOSIS dalam beribadah

Cerita Hikmah Puasa Ramadhan
by : nce

Pada suatu sore hari ada dua orang adik kakak yang akrab sekali, hendak pergi  ke madrasah untuk mengaji. Tempatnya cukup lumayan jauh dari rumah mereka, dan harus selalu melewati daerah pesawahan dan jalan yang masih rindang dengan pepohonan.  mereka adalah Ali seorang kakak yang baik dan Yuni adiknya yang selalu ingin tahu dan menyenangkan.

Yuni : kakak, tunggu yuni donk,,,cape nih ngejar-ngejar kakak?!
Ali : cepet donk yun, nanti kita bisa terlambat ngajinya, nanti pak ustadz marahin kita lagi!!!
Yuni : abis  yuni cape,,kakak jalannya cepet banget sih…yuni kan lagi puasa (sambil kecapean)
Ali : ya.. sama kakak juga. Meski kita puasa kita harus tetep semangat, ini sebagian dari ibadah, kata pak ustadz juga..!
Yuni : iya..tapi tungguin yuni donk kak..Jangan cepet-cepet jalannya!!
Ali : aahh…Masa gitu aja cape,,ayo donk de…?!
Yuni : haheu…haheu…haheuh..(kecapean)
Sejenak yuni pun beristirahat didekat pohon karna kecapeaan mengejar kakaknya ali yang begitu cepat jalannya, karna takut terlamat mengaji. ketika yuni beristirahat ia melihat seekor ulat kecil berbulu yang menempel di pohon yang agak kecil dari tempat ia beristirahat. Yuni merasa geli melihat ulat kecil berbulu itu.
Ali : de, ayo cepetan,,,kok malah bengong disitu !
Yuni : iya sebentar donk…(sambil pergi)
Ali : lagi ngapain sih …ayo cepet,,cepet..!
Yuni : Iya..iya…cerewet!!!

Sesampainya di madrasah, ternyata pengajian baru akan dimulai (murid2 doa rame2). Ali dan yuni bergegas lari menghampiri teman2nya yang sedang berdoa untuk memulai pengajiannya, seraya mengucapkan salam sambil terengah-engah.
(lari terburu-buru)
Ali & yuni : assalamualaikum….!!
Murid2 & pak ustadz : wa’alaikumssalam Wr.Wb..!!
Pak ustadz : ali..yuni..ayo masuk, kenapa kalian terlambat lagi ??
Ali : maaf pak ustadz, tadi kita bantu-bantu ibu dulu dirumah…!!
Yuni : iya pak ustadz yuni juga…soalnya ibu lagi gak enak badan…
Pak ustadz : ya sudah,,meski kalian selalu terlambat Pak ustadz merasa senang sekali, karna kalian masih tetap bersemangat buat ikut ngaji disini,,padahal rumah kalian cukup jauh.
Setelah itu Pak ustadz memulai pengajiannya dengan terlebih dahulu mengulang pembahasan ngaji kemarin. Disamping  itu teman2 ali mulai menyapanya,
Edi : al, nanti pulang ngaji kita maen dulu yuk, itung2 ngabuburit lah..aku juga punya jambu buat buka puasa nanti, tar aku bagi dehh…
Ali : emang jambu dari mana ed?!
Edi : itu, aku ambil dari pohon jambu yang didepan rumah mang joko…
Ali : kamu nyuri jambu dirumah mang joko??!
Edi : ah..engga, aku mau minta sebenarnya cuman mang jokonya kebetulan lagi gak ada dirumah,,jadi aku inisiatif ngambil dulu aja hehehe..
Ali : itu sama aja dengan mencuri donk ed, kita kan lagi puasa gak boleh ngelakuin itu,,,nanti bisa2 puasa kamu batal..
Edi : masa sih.. tapi aku niatnyakan minta
Ali : iya…tapi kamu belum bilang ke mang jokonya kan ?
Edi : iya she…
Ali : itu sama aja dengan mengambil barang tanpa sepengetahuan, dan itu mencuri namanya…
Sementara ali dan edi sedang berbisik mengobrol, lalu Pak ustadz menegur dan memotong pembicaraan mereka berdua…
Pak ustadz : edi , ali jangan ngobrol saja ..dengarkan ustad bicara…
Ali & edi : iii..iia pak ustad (gelagapan)
Pak ustad : nah ..sekarang ustadz mau menerangkan tentang apa saja hal2 yang dilarang dalam berprilaku..tapi sebelumnya ustadz mau Tanya..apa kalian masih puasa??!
Murid2 : masih….
Umar : tapi laper Pak ustadz, kok adzan maghribnya lama sih Pak ustadz??!
Murid2 : huuuuhh…
Yuli : emang fikiran kamu sama makanan aja umar,,memangnya gak sahur dulu apa?
Umar : sahur..tapi ya tetep aja masih lapar… Pak ustadz kenapa kita harus puasa..kan cape undah gitu laper lagi..
Murid2 : hahahah (menertawakan)
Pak ustadz : baik-baik…ustadz mengerti. Tujuan kita puasa itu selain untuk beribadah dan ketaatan kita kepada Allah SWT. Tapi juga kita dituntut dan diajari bagaimana merasakan perihnya penderitaan orang2 yang kelaparan , sehingga  kita tidak memandang rendah mereka, dan supaya kita selalu membantu dan menghargai sesame, begitu…
Yuli : oohh..begitu pak ustadz..tapi  ada laranggannya gak Pak ustadz dalam berpuasa??
Pak ustadz : tentu ada , diantaranya ketika kita berpuasa tidak boleh bohong, marah2, dan melakukan hal2 yang dilarang agama…jadi bukan hanya menahan lapar dan haus saja…apa lagi sampe mengambil barang yang bukan hak kita…
Ahmad : maksudnya apa ustadz ??
Pak ustadz : maksudnya, kita mengambil barang tapi tanpa sepengetahuan  pemiliknya itu disebut juga dengan mencuri…
Ahmad : kalo kita ngambil niatnya minta, tapi gak ada orangnya gimana Pak ustadz??
Pak ustadz : maksud kamu seperti apa mad, bapak gak mengerti..
Ahmad : maksud ahmad, kalo kita mau minta sesuatu tapi kita mengambilnya dulu soalnya pemilik barang itu tidak ada…kaya si edi yang ngambil jambu di depan rumahnya mang joko tuh..
Edi : haah..(kaget)
Pak ustadz : apa benar yang dibilang ahmad itu edi…
Edi : bebebenar Pak ustadz, tapi edi niatnya mau minta, cuman mang jokonya gak ada dirumah, yaa..aku ambil saja dulu
Pak ustadz : sebenarnya boleh saja kalo niatnya minta, tapi kamu tetap harus minta ijin kepada yang punya..jangan mengambilnya dulu, karna siapa tau pemiliknya itu tidak ridho memberikanya…nahh, lebih baik nanti edi kamu langsung bilang atas apa yang  kamu lakukan ke mang joko yaa…jangan sampai tidak…dan ingat ini pelajaran buat  kita semuanya…kamu mengerti edi ??
Edi : yaa Pak ustadz, edi mengerti dan nanti edi minta maaf ke mang joko..
Ali : tuh apa aku bilang juga…(sambil berbisik)
Edi : iya..iya…berisik, aku salah. Tapi pulang ngaji jadikan kita maen2 dulu...??
Ali : aduh..gimana yaa!!aku harus buru2 pulang nih ed, soalnya ibuku lagi gak enak badan, pasti butuh bantuanku untuk bantu2 buat buka puasa..
Edi : kan ada adikmu yuni??
Ali : dia kan masih kecil, berangkat sekolah  aja masih harus dianter…
Edi : ya sudah lah kalo gitu, besok2 lagi aja dehh..

Pada akhirnya pengajianpun selesai, murid2 berdoa bersama2. Setelah itu mereka semua berdoa, satu persatu murid2 berlarian keluar sambari mencium tangan pak ustadz terlebih dahulu..begitupun dengan ali dan yuni.
Pak ustadz : ali, yuni jangan terlambat lagi datang ngajinya yaa…
Ali : insya Allah Pak ustadz.
Yuni : iya Pak ustadz, kita juga tadi lari2 supaya tidak terlambat..iya kan kak?!
Pak ustadz : hehehe (tertawa kecil), ya ..mudah2n dengan semua yang kalian lakukan ini bisa menjadi amal baik, apa lagi sekarang bulan puasa …
Ali & yuni : Amiiienn…
Ali : kalo gitu kita pulang duluan pak ustadz, takut ibu nyari2..
Pak ustadz : yaa sudah hati2..
Ali & yuni : assalamualaikum..
Pak ustadz : wa’alaikum ssalam..
Akhirnya ali& yuni pun pulang menuju rumah, meskipun pulangnya harus ,melewati daerah pesawahan dan jalan dengan pepohonan rindang lagi..tetapi mereka tetap merasa senang dan gembira menjalani semuanya dengan semangat.

Tapi tiba2 yuni sentak terdiam lagi, dan memperhatikan sebuah pohon kecil sambil memandangi seekor ulat bulu kecil berwarna coklat yang menggantung diatas dahan dan menjijikan yang tadi ia lihat
Yuni : kakak sini…coba liahat deh, ada ulat kecil dipohon itu..
Ali : emang kenapa de, itukan cuman ulat bulu..
Yuni : ulat itu jijik sekali ya kak…
Ali : iya..memang jijik..ayo kita harus pulang sekarang, nanti ibu marah.. (sambil menarik tangan yuni)

Keesokan harinya seperti biasa ali dan yuni pulang mengaji melewati daerah pesawaahan dan pepohonan rindang  lagi, seketika yuni memperhatikan pohon kecil yang ia lihat kemarin. Dan terdiam  sejenak sambil menghampiri pohon kecil itu..
Ali : ada pa de??
Yuni : kak,,perhatikan deh dipohon yang kemarin kita lihat, kemarinkan ada ulat bulunya disini, kok sekarang gak ada..
Ali : masa sih..mana kakak liat,,
Yuni : itu.. tapi kok ada benda kecil yang menggantung did ahan itu kak…
Ali : ohh itu..itu namanya kepongpong de..
Yuni : kepongpong itu apa kak??bisa dimakan gak?!
Ali : hahaha (ketawa) kepongpong itu bukan makanan, tapi ulat bulu yang kemarin berubah menjadi seperti ini..
Yuni : ohh…yuni kira bisa dimakan kak, hahahah (tertawa)
Ali : memangnya buah anggur kesukaan kamu…
Ali & Yuni : hahahaha….
Yuni : aduh kak, yuni jadi laper nih…
Ali : ya udah…yuk kita pulang , sebentar lagikan buka puasa…
Yuni : tapi gimana sama kepongpongnya? Kan kasihan ditinggalin disini…??
Ali : Ya..biarin aja..
Yuni : kita bawa pulang aja yu kak?!
Ali : jangan… nanti yag ada didalamnya bisa mati…
Yuni : Emang apa kak didalamnya??
Ali : Kamu pingin tahu?
Yuni : Iya..iya..apa kak??!
Ali : di dalam kepongpoing itu nanti akan ada kupu2 yang keluar … karna , kepongpong ini berasal dari ulat kecil yang kemarin kita lihat, kemudian berubah menjadi kepongpong seperti ini dan pada akhirnya kepongpong itu akan berubah lagi menjadi kupu2. menurut buku yang kakak baca itu disebut metamorfosis gitu de…
Yuni : Masa sih kak..dari ulat bisa jadi kupu2?!
Ali : udah ah..nanti saja, udah telat mau buka puasa nih…ayo cepet de…(menarik tangan yuni)
Sesampainya dirumah mereka pun berbuka puasa bersama keluarga, dengan berbagai macam makan yang manis dan menyehatkan…tidak lupa mereka selalu berdoa bersama.
Setelah mereka berbuka puasa, sambil menunggu untuk shalat tarawikh. Yuni pergi ke depan rumah dan duduk diteras rumahnya sambil melamun apa yang dikatakan oleh kakaknya ali mengenai ulat kecil yang berubah menjadi kepongpong terus menjadi kupu2…yuni masih belum percaya akan hal itu.


(Sambil melamun yuni berfikir)
Yuni : apa benar yang dikatakan kak Ali?? Tapi aku rasa gak mungkin…masa, ada ulat berubah menjadi kepongpong terus jadi kupu2?? Ulat kan jijik…sedangkan kupu2  kan cantik…(merasa bingung)  
(Terdengan Suara Adzan Isya)
Ali : hayo….lagi ngapain ? (Sentak Ali Mengagetkan Yuni)
Yuni : Astagfirullah…kakak?!
Ali : hahahahahah….(terbahak-bahak)
Yuni : dasar, kakak jahat…(marah)
Ali : abis dari tadi kakak lihat.. kamu ngelamun aja sih…! Nanti kemasukan Jin dari kampung sebelah loh hahahah….  
Yuni : hahahaha….
Ali : Kenapa sih de??gak di kasih uang jajan ya sama ibu kalo lagi puasa?
Yuni : Bukan gitu…yuni lagi mikirin tentang ulat bermetamomosi yang kemarin kakak certain…
Ali : ohh…ulat yang bermetamorfosis maksudnya…hehehe
Yuni : iya …itu maksud ade hihhihih…
Ali : ya udah… besok pagi kita lihat lagi kepongpongnya…sambil kakak certain lagi yaa… mendingan sekarang ade siap2 bentar lagi tarawikh, gak ada sapa2 loh dirumah…
Pagi yang cerah ali dan yuni berangkat untuk meihat kepongpong yang kemarin malam mereka bicarakan…sesampainya disana mereka masih melihat kepongpongnya sama seperti kemarin tidak ada perubahan sama sekali
Yuni : Tuh,,kan kak …apa yang yuni bilang,  gak mungkin ulat jadi kupu2 yang cantik…
Ali : ya..mungkin belum  aja.. atau mungkin gara2 ade kemarin ngeliatin ulatnya terus… jadi aja kepongpongnya ke GRan hahahaha…
Yuni : mungkin iya kak, yuni kan lucu heheheheh….

Ketika ali dan yuni bersenda gurau, tiba2 kepongpong itu bergerak-gerak seperti ada sesuatau yang hendak keluar…
Yuni : kakak liat deh,,kepongpongnya bergerak-gerak..
Ali : iya..benar,ada sesuatu yang keluar
Seketika itu keluarlah kupu2 kecil yang cantik dari kepongpong itu dan mengeluarkan sayap lebarnya.
Ali & yuni ; Subhanallah…
Ali : itu kupu-kupu kecil yang baru lahir de,,,
Yuni : indah sekali sayapnya yaa kak…haah dia terbang…
Kupu2 cantik itupun terbang diatas kepala mereka berdua. Pada akhirnya yuni percaya dan juga senang melihat kejadian yang luar biasa tadi…

Hikmah dari kisah ini….
Proses berubahnya ulat bulu yang menjijikan menjadi kupu-kupu yang indah itu memiliki hikmah tersendiri bagi kita semua, seperti halnya kita sebagai umat islam dalam menjalankan ibadah puasa…tujuan utamanya adalah mensucikan hati dan diri kita yang selama dibulan-bulan lain kita banyak sekali  melakukan dosa dan kekhilafan sehingga, diperumpamakan dengan ulat bulu yang menjijikan…tetapi semoga dengan datangnya bulan ramadhan memberikan kesempatan kepada kita untuk membersihkan diri dari dosa dan bermertamorfosis lagi untuk menjadi fitrah atau suci bagai kupu-kupu indah yang baru dilahirkan kembali seperti yang terjadi dikisah itu…
Dan dalam menjalankan ibadah puasa yang sedang kita jalani ini, jangan sampai ternodai dengan perbuatan2 yang dilarang, seperti yang dilakukan oleh Edi teman Ali mengaji. Yang dapat mengurangi nilai pahala puasa kita dibulan suci ramadhan.

Jadi jangan sia-siakan ibadah kita di bulan RAMAHDAN yaaa brad... semoga amal ibadah kita dterima aminn... :-)

kultur jaringan IV

AKLIMATISASI TANAMAN ANGGREK ANGGUR MERAH

DASAR TEORI
Aklimatisasi adalah kegiatan mengadaptasikan tanaman atau mengkondisikan tanaman dari yang semula kondisinya terkendali ke kondisi yag tak terkendali, untuk menjadi tanaman yang autotrof. Aklimatiasi dilakukan dengan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng. Pemindahan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, yaitu dengan memberikan sungkup. Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar. Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif. Aklimatisasi. Dapat dilakukan di rumah kaca, rumah kasa atau pesemaian, yang kondisinya (terutama kelembaban) dapat dikendalikan.
Teknik kultur jaringan menuntut syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi dalam pelaksanaannya. Syarat pokok pelaksanaan kultur jaringan adalah laboratorium dengan segala fasilitasnya. Laboratorium harus menyediakan alat-alat kerja, sarana pendukung terciptanya kondisi yang aseptik terkendali, dan fasilitas fasilitas dasar seperti air, listrik, dan bahan bakar. Laboratorium ini berfungsi untuk mengkondisikan kultur dalam suhu dan pencahayaan terkontrol. Disamping sebuah laboratorium, kultur jaringan tanama untuk memperbanyak tanaman juga memerlukan green house untuk akimatisasi planlet dari botol-botol ke lingkungan eksternal. Selain fasilitas fisik, pelaksanaan kultur jaringan juga memerlukan perangkat lunak yang memenuhi syarat. Dalam melaksanaan kultur jaringan,pelaksanaan harus memnpunyai latar belakang ilmu-ilmu dasar tertentu seperti botani, fisiologi tumbuhan, kimia, fisika, dan dalam pelaksanaannya memerlukan keuletan yang besar. (sepdianluri@yahoo.com)
Dalam proses perbanyakan tanaman secara kultur jaringan, tahap aklimatisasi planlet merupakan salah satu tahap kritis yang sering menjadi kendala dalam produksi bibit secara masal. Pada tahap ini, planlet atau tunas mikro dipindahkan ke lingkungan di luar botol seperti rumah kaca , rumah plastik, atau screen house (rumah kaca kedap serangga). Proses ini disebut aklimatisasi. Aklimatisasi adalah proses pengkondisian planlet atau tunas mikro (jika pengakaran dilakukan secara ex-vitro) di lingkungan baru yang aseptik di luar botol, dengan media tanah, atau pakis sehingga planlet dapat bertahan dan terus menjadi bibit yang siap ditanam di lapangan. Prosedur pembiakan dengan kultur jaringan baru bisa dikatakan berhasil jika planlet dapat diaklimatisasi ke kondisi eksternal dengan keberhasilan yang tinggi.
Tahap ini merupakan tahap kritis karena kondisi iklim mikro di rumah kaca, rumah plastik, rumah bibit, dan lapangan sangatlah jauh berbeda dengan kondisi iklim mikro di dalam botol. Kondisi di luar botol bekelembaban nisbi jauh lebih rendah, tidak aseptik, dan tingkat intensitas cahayanya jauh lebih tinggi daripada kondisi dalam botol. Planlet atau tunas mikro lebih bersifat heterotrofik karena sudah terbiasa tumbuh dalam kondisi berkelembaban sangat tinggi, aseptik, serta suplai hara mineral dan sumber energi berkecukupan.
Disamping itu tanaman tersebut memperlihatkan beberapa gejala ketidak normalan, seperti bersifat sukulen, lapisan kutikula tipis, dan jaringan vaskulernya tidak berkembang sempurna, morfologi daun abnormal dengan tidak berfungsinya stomata sebagai mana mestinya. Strutur mesofil berubah, dan aktifitas fotosintesis sangat rendah. Dengan karakteristik seperti itu, palanlet atau tunas mikro mudah menjadi layu atau kering jika dipindahkan ke kondisi eksternl secara tiba-tiba. Karena itu, planlet atau tunas mikro tersebut diadaptasikan ke kondisi lngkungan yang baru yang lebih keras. Dengan kata lain planlet atau tunas mikro perlu diaklimatisasikan ( Yusnita, 2004). (Sepdianluri@yahoo.com)
ALAT DAN BAHAN
Alat
Bahan
Pot bunga sedang  2 buah                  
Bakterisida dan fungisida
  Nampan kecil 1 buah
Air
Wajan besar 1 buah
Pakis kering
Baskom/ mangkok besar
Arang kayu
Gunting
Tanaman anggrek jenis anggur merah
Sendok plastik

Kertas HVS



PEMBAHASAN DAN CARA KERJA
Tahap aklimatisasi adalah sebagai berikut:
Persiapan bahan dan pemindahan anggrek anggur merah dari botol
1.      Persiapan bahan
Siapkan pot yang akan digunakan sebagai media anggrek yang akan di aklimatisasi, kemudian masukan arang kayu sepertiga dari besar pt dan di lanjutkan denagn emasukan pakis kering denagn memotongnya kecil-kecil sampai permukaan pot akan tetapi tidak terlalu penuh. Setelah itu media tadi disiram menggunakan air sampai benar-benar basah.  

2.       Pemindahan  anggrek anggur merah dari botol
Buka penutup pada botol anggrek lalu masukan air secukupnya dan kocok-kocok secara perlahan samapai media dan taaman anggreknya melepuh atau terpisah dari medianya. Setelah itu tuangkan kedalam wajan besar/ lebar sambil mengeluarkan anggrek dan di bersihkan dari sisa media yang menempel dan dari akar yang mati atau busuk.
Setelah itu cuci sampai bersih lalu masukan bakterisida dan fungisida secukupnya pada anggrek dengan cara merendamnya selama 15 menit sambil diaguk sekali-kali. Setelah itu anggrek dikeringkan diatas kertas, kemudian masukan satu persatu anggrek kedalam media aklimatisasi yang telah dibuat tadi dengan melubangi dahulu pada permukaan pakis menggunakan kayu, dan setelah itu anggrek dimasukan dan menutupnya seperti menanam biasa akan tetapi tidak jadi masalah bila akarnya tetap kelihatan.
Biarkan 1 minggu dan tidak boleh tersinari matahari secara langsung, setelah 1 minggu makan diberikan pupuk cari yang menggandung nitrogen tinggi untuk merangsang pembentukan daun yang baik.

KESIMPULAN
Proses aklimatisasi ini tidak begitu suli dan sangat mudah untuk dilakukan, juga tidak ada perlakukan secara steril seperti dalam inisiasi dan subkulturnya. Sehingga proses ini tidak memerlukan begitu banyak waktu dan tenaga

DAFTAR PUSTAKA 

  1. Nogroho, H Sugito., Pedoman Pelaksanaan Teknik Kultur Jaringan, 1996
  2. Yusnita,. (Sepdianluri@yahoo.com), 2004
  3. http://elearning.unram.ac.id/KulJar/BAB%20I%20PENDAHULUAN/GAYA%20BELAJAR%20KULTUR%20JARINGA %20MELALUI%20PUBLIKASI%20WWW.h

kultur jaringan III

STERILISASI EKSPLAN MATA TUNAS PISANG, BAWANG DAN BIJI ANGGREK

DASAR TEORI
Kultur organ merupakan topik yang penting dalam penelitian antara tahun 1940-1960. Setelah itu penalitian dalam bidang ini berkurang, kecuali kultur pucuk/meristem. Kultur pucuk atau maristem mempunyai aspek praktis sebagai cara perbanyakan klon yang cepat dan bebas penyakit. Dewasa ini kultur maristem sudah merupakan tindakan komersial yang dikelola oleh perusahaan –perusahaan pembibitan.
Disamping kultur pucuk, pada tahun 60 an, kultur akar mendapat perhatian lagi pada beberapa tanaman tertentu sehubungan dengan tujuan produksi bahan sekunder, terutama untuk jenis-jenis persenyawaan yang berasosiasi dengan akar. Namun kultur akar yang pertumbuhannya tidak terbatas tersebut, dewasa ini pada umumnya dipusatkan pada hasil transformasi dengan Agrobacterium rhizogenes yang merupakan kultur auksin autotroph.
Secara keseluruhan kultur organ dalam ilmu fisiologi dipergunakan dalam studi diferensiasi dan fungsi dari jaringan-jaringan khusus. Kebutuhan nutrisi dan lingkungan, dapat dieksplorasi antara lebih tepat dalam kultur in vitro. Organ-organ tanaman yang sering digunakan sebagai eksplan tergangtung dari jening tanamannya, organ tersebut antara lain adalah:
1. Jaringan meristem,
9. Tuber rhizogenum
3. Pucuk kormus,
4. Buku kormus,
11. Inflorescentia,
6. Buku batang tunggal,
13. Hipokotil dan epikotil
7. Ruas batang muda,
14. Akar
                                                                                                    
            Eksplan merupakan komponen yang harus ada dalam kultur jaringan. Karena menjadi komponen utama, maka karakteristik eksplan yang diambil harus baik, sehat dan muda sehingga mudah ditumbuhkan dalam media. Eksplan yang baik biasanya berasal dari pohon muda, dan diambil bagian jaringan meristemnya berupa pucuk, ketiak daun dan meristem akar. Eksplan yang umum digunakan adalah pucuk karena proses pertumbuhannya sudah terarah untuk membentuk tunas. Komposisi media untuk pertumbuhahan pucuk lebih mudah dibandingkan dengan bagian vegetatif lainnya.
            Eksplan sangat penting dan menentukan keberhasilan. Eksplan yang baik adalah eksplan yang sehat dan muda. Eksplan yang muda diharapkan kandungan alkaloidnya masih rendah. Bila eksplan berasal dari alam usahakan tidak rusak atau mati, simpan pada tempat yang lembab misalnya disimpan dalam tisu yang dibasahi air. Eksplan harus dicuci dengan deterjen untuk menghilangkan fenol, alkaloid atau zat kimia lain yang terkandung dalam tanaman atau menghilangkan bulu-bulu pada tanaman keras (tanaman berkayu). Untuk memperoleh eksplan baik ambil eksplan dari trubusan atau buat trubusan bila belum ada.
Semakin besar eksplan peluang tumbuh semakin tinggi, tetapi sebaliknya semakin besar eksplan peluang kontaminan juga tinggi. Oleh karena itu ukuran eksplan yang optimal adalah 0,5 – 1.0 cm dan 0.05 – 0.1 mm untuk eksplan dari meristem.
            Dalam rangkaian pelaksanaan kultur jaringan eksplan dan sterilisasi merupakan bagian yang sangat menentukan keberhasilan. Bahkan dapat dikatakan 90% keberhasilan kultur jaringan ditentukan keadaan eksplan dan proses sterilisasinya. Eksplan dari tanaman tua atau eksplan dari tanaman yang memiliki kandungan alkaloid tinggi akan menyebabkan pencoklatan pada media, hal ini akan menghambat pertumbuhan eksplan yang kita tanam. Untuk eksplan yang demikian perlu perlakuan awal yaitu perendaman dalam air mengalir selama 12-24 jam kemudian dicuci dengan rinso sampai benar-benar bersih.
Inisiasi Kultur
            Inisiasi adalah pengambilan eksplan atau bahan tanam dari bagian tanaman indukan untuk kemudian dikulturkan. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah tunas, ujung akar, bunga, serbuk sari, batang.
            Tujuan utama dari propagasi secara in-vitro tahap ini adalah pembuatan kultur dari eksplan yang bebas mikroorganisme serta inisiasi pertumbuhan baru (Wetherell, 1976). Ditambahkan pula menurut Yusnita, 2004, bahwa pada tahap ini mengusahakan kultur yang aseptik atau aksenik. Aseptik berarti bebas dari mikroorganisme, sedangkan aksenik berarti bebas dari mikroorganisme yang tidak diinginkan. Dalam tahap ini juga diharapkan bahwa eksplan yang dikulturkan akan menginisiasi pertumbuhan baru, sehingga akan memungkinkan dilakukannya pemilihan bagian tanaman yang tumbuhnya paling kuat,untuk perbanyakan (multiplikasi) pada kultur tahap selanjutnya (Wetherell, 1976).
            Untuk mendapakan kultur yang bebas dari kontaminasi, eksplan harus disterilisasi. Sterilisasi merupakan upaya untuk menghilangkan kontaminan mikroorganisme yang menempel di permukaan eksplan. beberapa bahan kimia yang dapat digunakan untuk mensterilkan permukaan eksplan adalah NaOCl, CaOCl2, etanol, dan HgCl2.
            Kesesuaian bagian tanaman untuk dijadikan eksplan, dipengaruhi oleh banyak faktor. Tanaman yang memiliki hubungan kekerabatan dekat pun, belum tentu menunjukkan respon in-vitro yang sama (Wetherell, 1976). Penggunaan eksplan yang tepat merupakan hal penting yang juga harus diperhatikan pada tahap ini. Umur fisiologis dan ontogenetik tanaman induk, serta ukuran eksplan bagian tanaman yang digunakan sebagai eksplan, merupakan faktor penting dalam tahap ini. Bagi kebanyakan tanaman, eksplan yang sering digunakan adalah tunas pucuk (tunas apikal) atau mata tunas lateral pada potongan batang berbuku. Namun belakangan ini, eksplan potongan daun yang dulunya hanya digunakan untuk tanaman-tanaman herba, seperti violces, begonia, petunia dan tomat, ternyata dapat digunakan juga untuk tanaman-tanaman berkayu seperti Ficus lyrata, Annona squamosa, dan melinjo. Eksplan yang dapat digunakan untuk memperbanyak tanaman Anthurium sendiri diantaranya adalah tunas pucuk, daun, tangkai daun muda, tangkai bunga, spate, spandik, biji, ruas batang dan anther.



ALAT DAN BAHAN
Alat
Bahan
Erlenmeyer     
Pisang  (mata tunas) 3 ruas
 Nampan  
bawang (3-5 ruas)
Pinset panjang
Sabun cuci piring (sunlight)
Pinset sedang
fungisida
Pinset kecil
N45
Handle scaple
Biji Anggrek
Botol selai
Betadin
Alumunium foil
Aquades


PEMBAHASAN DAN CARA KERJA
Sterilisasi dan penanaman awal (inisiasi/induksi) dari bahan tanaman pada kondisi/ media aseptic
I.                    Sterilisasi eksplan
Untuk proses sterilisasi eksplan bahan tanaman atau eksplan sebaiknya di mulai dari awal pemilihan eksplan karena jika eksplan bersih dari awal maka akan memudahkan proses sterilisasinya. Proses ini haruslah dilakukan dengan sangat hati-hati karena jika eksplan akan mati atau rusak. Bahan yang dapat digunakan untuk proses sterilisasi eksplan antara lain pencuci buah, Dhitane N.45, clorox, dan alkohol 96%. Catatan untuk penggunaan clorox haruslah hati-hati karena bahan ini dapat merusak eksplan. Ukuran yang baik dalam penggunaannya adalah 1% direndam 1 menit sampai dengan 20% direndam 20 menit. Secara umum proses sterilisasi eksplan (salah satu alternatif) yaitu urutannya sebagai berikut:
a.       Bahan tanaman dimasukkan ke dalam cawan petri steril atau botol steril, tergantung dari ukuran eksplan yang di gunakan
b.      Ke dalam botol steril dituangkan larutan clorox 20% sampai bahan tanaman terendam kemudian di biarkan selama 7 menit
c.       Sementara itu, cawan petri lain disiapkan dan di isi dengan air steril
d.      Setelah direndam selam 7 menit dalam clorox 20%, bahan tanaman di bilas dalam air steril di cawan petri kedua selama 5 menit
e.       Bahan tanaman direndam lagi di dalam larutan betadine 0,25% selama 3-5 menit
f.       Bahan tanaman dibilas dua kali dalam air steril dengan lama perendaman masing-masing 5 menit agar sisa-sisa betadine pada eksplan dapat larut
g.      Bahan tanaman di tanam dalam media dengna menggunakan alat-alat yang sudah steril dan di lakukan di dalam laminar air flow cabinet
Saat praktikum, jenis eksplan yang disterilkan adalah anggrek, dan krisan. Berikut tahapan masing-masing eksplan:
1.       sterilisasi eksplan pisang
Pisang merupakan tanaman jenis tumbuhan yang mengeluarkan getah (fenol) terus menerus sehingga harus dibersihkan sebaik mungkin agar efek dari getahnya tidak mempersulit proses pertumbuhan tanaman tersebut. Tahapannya adalah:
a.       Di sterilkan / direndam menggunakan sunlight dan di biarkan selama 15 menit
b.      Di rendam menggunakan dithane N45 selama 15 menit yang bertujuan untuk menghilangkan jamur yang masih tersisa
c.       Kemudian di bilas dengan aquadest steril sampai bersih agar dhitane N45 tidak menempel
2.   penanaman pisang
1.       Nyalakan LAF cab serta lampunya kecuali lampu yang memancarkan cahaya UV minimal 10 menitbsebelum proses penanaman berlangsung.
2.      Jika meja cabinet sudah siap, nyalakan bunsen burner
3.      Sebelum mengambil bahan tanaman, alat-alat yang akan digunakan dicelupkan ke dalam alohol 76% kemudian di bakar sampai alkohol yang melekat pada alat terbakar habis. Setelah itu, didinginkan dengan cara meletakkannya pada botol kosong yangsudah steril
4.      Eksplan berupa mata tunas yang berasal dari bonggol pisang.
5.      Dengan pinset steril yang sudah dingin, eksplan dibuka sehingga di dapatkan titik tumbuh atau titik potensial dan dipotong membentuk segitiga atau lingkaran. Proses pemotongan dilakukan pda cawan petri steril dan apabil sedah selesai di celupkan pada aquades steril dan simpan dalam cawan petri yang telah dialasi kertas saring
6.      Media tumbuh disiapkan. Tutupnya (alumunium foil) dibuka dengan hati-hati agar bagian dalam tutup tidak tersentuh kemudian dibakar pada api baik bagian dalam tutup atupun bagian luar tutup
7.      Botol dipegang dengan tangan kiri dalam keadaan miring. Mulut botol dibakar di atas api.
8.      Ambil ekspaln dan masukkan kedalam media
9.      Tutup media dengan menggunakan alumunium foil dan dilapisi dengan mengguankan kling wrap
2.1.  Penanaman biji anggrek dan bawang
Penanaman anggrek di laboratorium ini dilakukan pada media MS.eksplan dapat berupa biji yang telah matang ataupun mata tunas. Prosesnya dilakukan pada ruangan yang steril dn proses seluruhnya dilakukan pada lamilar air folw cabinet (LAF cab).tahapan penanamannya adalah sebagai berikut:
1.      Nyalakan LAF cab serta lampunya kecuali lampu yang memancarkan cahaya UV minimal 10 menitbsebelum proses penanaman berlangsung.
2.      Jika meja cabinet sudah siap, nyalakan bunsen burner
3.      Sebelum mengambil bahan tanaman, alat-alat yang akan digunakan dicelupkan ke dalam alohol 76% kemudian di bakar sampai alkohol yang melekat pada alat terbakar habis. Setelah itu, didinginkan dengan cara meletakkannya pada botol kosong yang sudah steril
4.      Celupkan eksplan ke dalam alkohol 96% kemudian di lewatkan di atas api dan di ulang sebanyak 3 kali pengulangan, usahakan agar eksplan tidak terlalu lama berada di dekat api agar eksplan tidak layu, biasanya jika eksplan terlalu lama di lewatkan di atas api ataupun eksplan terbakar, maka eksplan tersebut tidak dapat tumbuh
5.      Jika eksplan berupa biji anggek maka biji anggrek tersebut dibuka dengan menggunakan pinset dan pisau steril kemudian embrio dikeluarkan dari bijinya tapi jika eksplan berupa mata tunas maka diambil mata tunas muda dengan satu kali sayatan tanpa terputus. Dan untuk bawang dibuang bagian dagingnya yang menempel, sampai menemukan tunas muda yang ada ditengah-tengan daging bawang.
6.      Simpan embrio atau tunas  pada cawan petridish dan tutup
7.      Media tumbuh disiapkan. Tutupnya (alumunium foil) dibuka dengan hati-hati agar bagian dalam tutup tidak tersentuh kemudian dibakar pada api baik bagian dalam tutup atupun bagian luar tutup
8.      Botol dipegang dengan tangan kiri dalam keadaan miring. Mulut botol dibakar di atas api.
9.      Ambil embrio dengan menggunakan sudip jika eksplan berupa biji anggrek dan ambil menggunakan pinset panjang jika eksplan berupa bakal tunas muda
10.  Masukkan embrio kedalam media
11.  Tutup mulut botol dengan menggunakan alumuniumfoil dan sebaiknya tutup tersebut di bakar dulu
12.  Tutup botol dikencangkan dan diberi klingwrap

KESIMPULAN
Subkultur harus dilakukan dengan cara yang steril dan benar sehingga dalam proses pertumbuhan ekspaln akan baik dan mencapai apa yang diharapkan. Akan tetapi perlu memperhatikan hal-hal yang mesti diperhatikan
karena itu selain melakukan sterilisasi permukaan juga dilakukan sterilisasi sistemik karena kemungkinan banyak bakteri dan jamur tidak mati/tidak terjangkau dengan sterilisasi permukaan. Sterilisasi sistemik untuk mematikan bakteri dan jamur yang terdapat di dalam sel-sel eksplan. Bila kita berhasil menumbuhkan eksplan tanpa terserang bakteri dan jamur.
Sterilisasi eksplan merupakan salah satu rangkaian kegiatan, oleh karena itu keakuratan sterilisasi eksplan belum menjamin tanaman tumbuh tanpa kontaminan. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah sterilisasi alat, media, tempat menabur dan orang yang menabur. Semua rangkaian kegiatan penting ini harus dilakukan secara teliti dan yakin dalam keadaan steril. Bila dengan kondisi demikian belum juga mengasilkan tanaman yang tidak kontaminan maka harus dievaluasi kembali tahap-tahap mana yang dirasakan kurang sempurna.
Jika pada inisiasi terdapat konta minasi berarti ada kesalahn dalam proses subkultur atau juga proses sterilisasi yang kurang tertib, sehingga menyebabkan tanaman yang akan dikultur terkontaminasi oleh jamur atau penyakit lainnya.




DAFTAR PUSTAKA 
  1.  http://Sepdianluri@yahoo.com   
  2. http://elearning.unram.ac.id/KulJar/BAB%20I%20PENDAHULUAN/GAYA%20BELAJAR%20KULTUR%20JARINGA %20MELALUI%20PUBLIKASI%20WWW.h
  3.  D.P.S. Hendaryono, A. Wijayani., Kultur Jaringan (Pengertian dan Petunjuk, 1994)
  4.   kultur-jaringan.blogspot.com
  5. http://eshaflora.blogspot.com/2010/03/tanya-jawab-seputar-kultur-jaringan.html